Kisah lahirnya Subang Utara Independent Volunteer (SUIVER) berawal dari semangat kepedulian sosial para pemuda Subang. Sebelum berdiri sebagai organisasi mandiri, sebagian besar personel SUIVER lebih dahulu aktif di Pramuka Peduli Kwarcab Subang Unit Satgas Pamanukan, yang lebih dikenal dengan sebutan Scout Rescue Pamanukan.


Para pelopor Scout Rescue Pamanukan bukan hanya aktif di dunia kepramukaan, tetapi juga tercatat sebagai pendiri Himapala Kalayudha STIE Miftahul Huda Subang pada tahun 1998. Himapala Kalayudha dikenal sebagai organisasi pecinta alam kampus yang giat dalam kegiatan sosial, lingkungan, hingga penanggulangan bencana. Dari pengalaman inilah tumbuh semangat kebersamaan dan kepedulian, yang kelak menjadi pondasi kuat lahirnya gerakan relawan di Subang Utara. 


Baca juga: Sejarah Himapala Kalayudha STIE Miftahul HudaSubang.


Seiring waktu, banyak relawan dengan latar belakang berbeda. Baik dari pramuka, pecinta alam, maupun relawan independen ingin bergabung. Namun, identitas “Pramuka” dalam Scout Rescue membuat sebagian anggota baru merasa kurang leluasa. Dari situlah lahir gagasan untuk membentuk wadah baru yang lebih inklusif.

Untuk menjembatani perbedaan tersebut, para pelopor Scout Rescue Pamanukan kemudian berinisiatif membentuk wadah baru yang lebih inklusif dan bisa menaungi berbagai latar belakang. Pada 10 November 2024, lahirlah sebuah perhimpunan relawan dengan nama Subang Utara Independent Volunteer (SUIVER).


Pemilihan nama ini bukan tanpa alasan. “Subang Utara” dipilih karena mayoritas anggota berdomisili di wilayah utara Kabupaten Subang, seperti Pamanukan, Ciasem, Pusakanagara, Sukasari, Legonkulon, dan sekitarnya. Sementara kata “Independent Volunteer” mencerminkan semangat kemandirian relawan yang bergerak tanpa batasan latar belakang organisasi, dengan tujuan utama membantu masyarakat secara nyata.


Sejak saat itu, SUIVER hadir sebagai wadah baru bagi para relawan di Subang Utara. Dengan mengusung semangat persaudaraan dan kepedulian, SUIVER berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam aksi sosial, kebencanaan, dan kemanusiaan.



Ditulis oleh Targono, S.E. (Masgon)